Tinjauan Bisnis dan Pasar di Indonesia

0 Comments

EKONOMI. Indonesia adalah ekonomi berbasis pasar tetapi pemerintah memainkan peran penting dalam perekonomian negara dengan 160 badan usaha milik pemerintah. PDB per kapita Indonesia menempati urutan kelima setelah Singapura, Brunei, Malaysia dan Thailand. Krisis ekonomi Asia tahun 1997 berdampak buruk pada ekonomi dan bisnis negara dan menyebabkan harga kebutuhan yang melonjak sehingga menyebabkan keresahan sosial. Prospek ekonomi Indonesia ke depan cerah dengan reformasi struktural ekonomi sejak krisis ekonomi Asia.

PDB Indonesia adalah US $ 258,3 miliar dengan PDB per kapita US $ 1.193 pada tahun 2004. PDB riil Indonesia tumbuh rata-rata sebesar 4,6% per tahun dari tahun 2000 hingga 2004 didorong oleh konsumsi domestik yang menyumbang hampir tiga perempat dari PDB Indonesia. Inflasi naik dari 3,8% pada tahun 2000 menjadi 11,9% pada tahun 2002 tetapi akhirnya turun menjadi 6,1% pada tahun 2004. PDB per kapita meningkat dari US $ 801 pada tahun 2000 menjadi US $ 1.193 pada tahun 2004 tetapi pengangguran juga meningkat dari 6,1% menjadi 9,9% selama periode tersebut.

Sektor manufaktur berkontribusi terhadap 43,7% dari PDB Indonesia pada tahun 2004 sedangkan sektor jasa memberikan kontribusi 40,9%. Meskipun hampir 45,0% tenaga kerja negara terlibat dalam pertanian, sektor ini hanya menyumbang 15,4% dari PDB negara selama periode tersebut. Industri utama meliputi minyak bumi dan gas alam, tekstil, pakaian jadi, alas kaki, pertambangan, semen, pupuk kimia, kayu lapis, karet, makanan dan pariwisata. Produk pertanian utama meliputi beras, kelapa sawit, karet, kakao, kacang tanah, kopra dan cengkeh.

DEMOGRAFI Indonesian Culture Indonesia terdiri dari hampir 18.000 pulau dan memiliki populasi terbesar di antara negara-negara Asia Tenggara dengan 217 juta orang pada tahun 2004. Pulau-pulau utama adalah Jawa menyumbang 55% dari populasi diikuti oleh Sumatera (18%), Kalimatan (5%) dan Sulawesi (6 %). Pulau berpenduduk sedikit lainnya termasuk Irian Jaya, Bali dan Nusa Tenggara.

Indonesia adalah negara dengan komunitas etnis dan sub etnis yang beragam dengan bahasa dan dialek, budaya dan makanan yang berbeda. Orang Jawa menyumbang 45% dari populasi diikuti oleh Sunda (14%) dan Madura (8%) dan Melayu pesisir (8%). Orang Tionghoa yang bermigrasi ke Indonesia selama periode kolonial Belanda berjumlah hampir 5% dari populasi. Islam adalah agama dominan yang diikuti oleh Kristen dan agama minoritas termasuk Budha dan Hindu. Bahasa nasional adalah Bahasa Indonesia (mirip dengan bahasa Melayu yang digunakan di Malaysia, Singapura dan Brunei). Bahasa Inggris tidak banyak digunakan tetapi banyak bisnis dan pejabat pemerintah yang berurusan dengan perusahaan asing dan orang asing fasih dalam bahasa tersebut.

Lebih dari separuh penduduk tinggal di perdesaan tetapi proporsi penduduk perkotaan meningkat dari 36,0% pada tahun 1995 menjadi 45,0% pada tahun 2004. Kota-kota besar termasuk Jakarta dengan jumlah penduduk 10 juta diikuti oleh Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta , Surakarta, Medan dan Padang.
Hampir 25% penduduk hidup di bawah garis kemiskinan sementara 60% lainnya berasal dari kelompok berpenghasilan rendah. Sisa 10% berada pada kelompok berpenghasilan menengah dan 5% pada kelompok berpenghasilan tinggi. Meskipun Indonesia memiliki proporsi konsumen berpenghasilan menengah ke atas yang relatif kecil, ini setara dengan hampir 33 juta konsumen. Ini lebih dari 4,3 juta penduduk Singapura dengan PDB per kapita setara dengan banyak negara maju di Uni Eropa.

INFRASTRUKTUR. Sistem telekomunikasi domestik Indonesia umumnya fair sedangkan layanan internasionalnya bisa dikategorikan baik. Layanan broadband Internet terutama terkonsentrasi di kota-kota besar. Sistem jalan lebih berkembang di pulau Jawa yang berpenduduk padat di Indonesia, berkembang cukup baik di Sumatera dan Sulawesi tetapi kurang berkembang di pulau Kalimantan. Selain pelabuhan laut yang melayani jalur pelayaran internasional, Indonesia juga dilayani oleh pelabuhan laut yang lebih kecil yang melayani pelayaran pesisir. Semua kota besar dan kota besar dihubungkan oleh layanan penerbangan.

PERDAGANGAN INTERNASIONAL. Mitra dagang utama Indonesia termasuk Jepang, AS, Singapura, Korea Selatan, dan Cina. Sebagian besar impor dari Singapura merupakan re-ekspor Singapura dari negara lain dan ekspor ke Singapura diekspor kembali ke negara lain. Ekspor utama dari Indonesia meliputi minyak dan gas, peralatan listrik, kayu lapis, tekstil dan produk karet. Impor utama meliputi mesin dan peralatan, peralatan transportasi, bahan kimia, bahan bakar dan makanan.

PENGGUNAAN TEKNOLOGI KONSUMEN. Penetrasi ponsel hanya 13% dari populasi, lebih rendah dari Singapura (93%), Malaysia (67%) dan Thailand (45%). Selain itu, hanya ada 10 juta telepon sambungan tetap yang melayani seluruh negeri. Penetrasi komputer kurang dari 2% rumah tangga dan negara hanya memiliki 1,2 juta pelanggan internet dengan perkiraan 12 juta pengguna internet, yaitu penetrasi hanya 0,5% dari populasi. Sebagian besar rumah berpenghasilan menengah dan tinggi akan memiliki televisi tetapi penetrasi di rumah berpenghasilan rendah lebih rendah. Demikianlah rumah itu

Penetrasi televisi di Jawa hampir 60% dan di Sumatera 52%. Skenario serupa ada untuk lemari es.

PASAR ECERAN. Penjualan eceran barang-barang makanan dan non-makanan diperkirakan mencapai US $ 32 miliar pada tahun 2004. Banyak orang Indonesia masih berbelanja di pasar tradisional atau tempat-tempat “mom and pop” tetapi berbelanja di pusat perbelanjaan modern, hipermarket, supermarket, minimarket, dan supermarket bertambah populer. Terdapat hampir 5.000 perusahaan modern seperti itu di Indonesia yang menghitung US $ 4,5 miliar dalam penjualan eceran pada tahun 2004. Sebagian besar perusahaan ini terkonsentrasi di pulau Jawa diikuti oleh Sumatera. Sejak 1998, pemerintah membuka industri ritel untuk investasi dan partisipasi asing.

BUDAYA PANGAN. Budaya makanan Indonesia beragam karena komunitas etnis dan sub-etnis yang membentuk populasi negara. Makanan khas yang disantap adalah hidangan berbahan dasar nasi dan sesekali mie. Namun banyak gerai fast food western franchise yang terletak terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang dan Yogyakarta. Gerai roti kelas menengah ke atas yang menyajikan toko roti barat dan lokal juga dapat ditemukan di kota-kota besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *